Untuk Gelombang Kedua, Antisipasi Musim Dingin
GELOMBANG pertama pemberangkatan jamaah haji ke Tanah Suci tuntas besok (6/11). Itu berarti sesuai rencana. Tak ada kloter yang tertunda sehingga memundurkan jadwal. Gelombang pertama itu langsung disusul pemberangkatan gelombang kedua yang dijadwalkan 8 November. Jamaah gelombang kedua langsung tiba ke Makkah.
Pemberangkatan gelombang kedua berbeda dengan gelombang pertama. Selain langsung ke Makkah, semua jamaah haji mendarat di Bandara King Abdul Aziz (KAA) Jeddah. Pada gelombang I lalu separo jamaah mendarat di Jeddah dan separo mendarat di Madinah. Mereka kemudian sama-sama tinggal di Madinah sembilan hari.
Karena semua jamaah gelombang kedua mendarat di Jeddah, lalu lintas penerbangan di Bandara KAA diperkirakan semakin padat. Puncaknya terjadi seminggu sebelum wukuf di Arafah. Jamaah diimbau untuk bersabar bila saat itu terjadi antrean sangat lama di pintu keluar bandara. Saat ini saja jamaah harus menunggu sekitar empat jam untuk keluar dari bandara.
Kepala Daerah Kerja Jeddah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Subhan Cholid sudah menyiapkan antisipasi. Bus yang akan mengangkut jamaah ke Makkah ditambah. Dengan demikian, tidak terjadi penumpukan jamaah di bandara. Pengaturan pemondokan di Makkah juga dirapikan. Ini karena saat itu juga datang jamaah dari Madinah.
Antrean panjang di pintu keluar bandara terjadi karena lamanya pemeriksaan dokumen dan barang-barang penumpang. Secara berurutan jamaah harus melewati pemeriksaan barang kemudian sidik jari dan foto, setelah itu baru pengecekan dokumen. Untuk setiap jamaah dibutuhkan waktu tujuh menit. ”Itu kalau keadaan normal,” ujar Subhan.
Jamaah gelombang II akan mengalami kondisi berbeda dengan gelombang pertama. Sangat mungkin mereka mengalami puncak musim dingin ketika di Madinah nanti. Puncak musim dingin diperkirakan terjadi pada Desember. Karena itu, Kepala Daerah Kerja Madinah Ceppi Supriatna mengingatkan jamaah agar membawa baju hangat.
Dijadwalkan, jamaah haji gelombang kedua berada di Makkah sekitar sebulan. Pada 9 Desember 2009 mereka baru diberangkatkan ke Madinah. Saat itulah mereka merasakan puncak musim dingin.
Sementara itu, pemberangkatan jamaah haji dari Madinah ke Makkah terus berlangsung. Sejauh ini, kata Kadaker Makkah Subakin A.M., tidak ada persoalan yang berarti. Kekurangan yang ditemukan langsung dibenahi. Yang penting jamaah mendapat tempat yang layak dan transportasi memadai.
Direncanakan, pemberangkatan jamaah haji dari Madinah akan berakhir 15 November. Setelah itu Madinah dikosongkan dari jamaah haji Indonesia sampai 30 Desember. (kum,jawapos.com)
Yang ini juga penting, silahkan simak:
http://oleholehhaji.net/2008/11/15/haji-ke-baitullah/
http://oleholehhaji.net/2008/11/25/berhaji-tuk-meraih-ridha-ilahi/
http://oleholehhaji.net/2008/12/01/ikhlas-dalam-ibadah-haji-dan-ibadah-lainnya/
http://oleholehhaji.net/2009/10/28/bekal-bekal-penting-bagi-para-calon-jama%e2%80%99ah-haji/
http://oleholehhaji.net/2009/10/28/berakhlaq-mulia-di-tanah-suci/
http://oleholehhaji.net/2009/10/28/lebih-enak-haji-mandiri/
http://oleholehhaji.net/2009/10/29/manasik-haji-untuk-anda-2/
http://oleholehhaji.net/2009/11/03/kiat-sehat-bugar-selama-naik-haji/
http://oleholehhaji.net/2009/11/03/mengatasi-musin-dingin/
http://oleholehhaji.net/2009/11/02/jamaah-haji-persiapkan-diri-hadapi-musim-dingin/
http://oleholehhaji.net/2009/11/02/siapkan-diri-di-musim-dingin/
http://oleholehhaji.net/2009/11/02/keletihan-bisa-berimbas-pada-kesehatan-jiwa/

