Jika harus sedia payung saat mendung, bekal obat-obatan mesti dibawa ketika pergi haji. Itulah yang selalu ditekankan dr Eddy Suyanto SpF SH kepada calon jamaah haji (CJH) yang didampinginya. Terutama, mereka yang menderita hipertensi dan diabetes melitus yang harus rutin minum obat.
“Jangan sampai jatuh sakit ketika berada di tanah suci karena obatnya tak dibawa,” kata dokter kloter salah satu KBIH di Surabaya tersebut.
Selain obat wajib, CJH harus membawa obat komplementer. Misalnya, obat sakit kepala, diare, batuk, dan sebagainya. Memang, dokter kloter ataupun pos kesehatan menyediakan obat-obatan itu. Namun, ada kalanya CJH hanya cocok atau merasa sembuh bila sudah menenggak jenis obat tertentu. Untuk kasus tersebut, CJH diminta membawa obat sendiri. “Membawa obat seperlunya saja. Jangan berlebihan, nanti malah disita oleh petugas imigrasi,” tutur Eddy.
Selama empat kali menjadi dokter kloter, Eddy mengatakan mendapatkan banyak pengalaman. Terutama, menangani CJH yang sakit selama berada di tanah suci. Karena itu, dia sering memberi tahu CJH yang didampingi untuk tidak ngotot berjalan sendiri jika memang lelah. Terutama, mereka yang lanjut usia atau yang menderita penyakit tertentu. (ai/ib)
Yang ini bagus untuk dibaca:
http://oleholehhaji.net/2008/11/25/berhaji-tuk-meraih-ridha-ilahi/
http://oleholehhaji.net/2008/12/01/ikhlas-dalam-ibadah-haji-dan-ibadah-lainnya/
http://oleholehhaji.net/2009/10/28/bekal-bekal-penting-bagi-para-calon-jama%e2%80%99ah-haji/
http://oleholehhaji.net/2009/10/28/berakhlaq-mulia-di-tanah-suci/
http://oleholehhaji.net/2009/10/28/lebih-enak-haji-mandiri/
http://oleholehhaji.net/2009/11/03/kiat-sehat-bugar-selama-naik-haji/
http://oleholehhaji.net/2009/11/03/mengatasi-musin-dingin/

